aku membaca salah satu artikel dari Free Magazine yang berjudul Mymagz yang temanya adalah membahas percampuran antara budaya Timur dan Budaya Barat.
Salah satu artikel yang menarik perhatian aku adalah artikel yang berjudul "Citra Gender Baru ala Asia" yang ditulis oleh Realisa D Masardi ( Twitter : @anthrosophia).
Sebelum membicarakan mengenai artikel tersebut, pertama aku ingin menjelaskan perbedaan antara gender dan jenis kelamin.
perlu diperhatikan bila Gender dan Jenis Kelamin TIDAK SAMA.
Yang dimaksud dengan Gender , menurut WHO pada tahun 2012, adalah seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki -laki dan perempuan ditentukan atau dikontruksikan secara sosial oleh masyarakat. Sedangkan Jenis Kelamin adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara biologis, bukan dibentuk oleh masyarakat.
Jadi Gender dan Jenis Kelamin tidak sama,
sebagai anak sosial, aku merasa sangat kecewa ketika salah satu radio swasta Indonesia yang cukup populer menyamakan antara gender dan jenis kelamin. ;'(
Back to topic!
Secara garis besar Hallyu Wave atau gelombang budaya korea mengukuhkan gender perempuan sebagai sosok yang feminin, cantik, manja, dan lemah lembut.
Namun memberikan citra lain pada gender laki-laki.
Dahulu laki-laki diharuskan menjadi sosok yang maskulin dan kuat, sedangkan dengan adanya pengaruh Hallyu Wave maka dapat diterima bila laki-laki sedikit cantik, berdandan, dan fashionable.
Menurut si penulis, Realisa D Masardi,
pengaruh Hallyu Wave ini memberikan alternatif karena telah memberikan refrensi lain bagi para generasi muda. Lalu pada artikel ini, sang penulis juga mengajak agar para generasi muda bersika kritis dan bukan hanya menerima hal yang telah dibentuk oleh masyarakat.
Bagi saya sendiri,
saya setuju dengan pendapat Realisa D Masardi,
saya baru menyadari bila korea memang memberikan referensi lain terhadap gender laki-laki.
walaupun belum semua orang bisa menerima gender baru para laki-laki ini.
Namun dapat dikatakan bila saat ini kita lebih bisa menerima para laki-laki yang peduli penampilan dan tidak menyebut mereka 'banci'.
One of article in Mymagz Magazine, written by Realisa D Masardi,
talked about The Influence of Hallyu Wave Against Gender.
Hallyu Wave give alternative for man gender. Where man don't have always be masculine or look strong. Through Hallyu Wave, we see that man can look a bit beautiful, wearing make up, and fashionable.
In this article, the writer asks young generation to be more critical, not always accept all the stereotype that given by society.
and for myself!
I totally agree with the writer.
In Indonesia, right now, men are more fashionable and take care their look,
and some of us, not all the people, accept that.
Jumat, 20 Juni 2014
@ rumah Wortel III

0 komentar:
Posting Komentar