Minggu, 29 Juni 2014

Love You, Love You, Love You


beberapa hari ini sibuk marathon drama korea
sebelum sibuk magang di kantor Notaris pada bulan depan.
Alhasilnya jadi banyak hal yang tertinggal,
seperti menulis blog dan mengurus naskah novel.
ehehe� maafkan saya�



Post saya kali ini ingin kembali menuliskan mengenai buku anak berbahasa Korea yang saya baca untuk belajar bahasa Korea. Kalimat didalamnya sangat singkat namun penuh makna.


Judulnya adalah 'Saranghae Saranghae Saranghae' 
yang artinya adalah 'mencintai, mencintai, mencintai'
Kalimat di dalam buku ini banyak pengulangan.
begitu simpel namun bermakna. 
Buku ini berisikan bagaimana perasaan orang tua, terutama mungkin seorang ibu, 
kepada anaknya. 
sangat indah bukan? 

This children's book titled 'Saranghae Saranghae Saranghae' 
which is generally means 'Love you, Love You, Love You' 
So many repeated sentences in this book. 
all the sentences so simple yet meaningful. 
This Children's book tell us about parent's Love, 
maybe especially mom, to their child or children. 
really really beautiful right? 

hal lain yang aku suka dari buku ini adalah 
gambar-gambarnya yang sangat amat imut. 


Another things that i like from this book are
the pictures. 
This book fill with these cute and innocent baby boy.
I love him so much! 



?? ?, ???, ???, 
?????, ?? ??? ... 

Lalu�, 
kalimat terakhir dari buku ini sangat menyentuh, 
dan aku rasa benar-benar menggambarkan bagaimana 
cinta orang tua kepada kita, anaknya. 

Kemarin, hari ini, esok haripun,
sampai kapanpun, 
aku mencintaimu

Then, 
last sentences in this Children's book 
really touch my heart. 
I thinks this simple sentences really describe 
our parents's love to us. 

yesterday, today, tomorrow, 
and until whenever, 
i love you. 

***

Untuk papa dan mama� 
i Love You Too � 


29 Juni 2014 
@Rumah Wortel III 






Jumat, 20 Juni 2014

Pengaruh Hallyu Wave Terhadap Gender - The Influence of Hallyu Wave Against Gender



Ketika sedang perawatan kulit,
aku membaca salah satu artikel dari Free Magazine yang berjudul Mymagz yang temanya adalah membahas percampuran antara budaya Timur dan Budaya Barat.

Salah satu artikel yang menarik perhatian aku adalah artikel yang berjudul "Citra Gender Baru ala Asia" yang ditulis oleh Realisa D Masardi ( Twitter : @anthrosophia).

Sebelum membicarakan mengenai artikel tersebut, pertama aku ingin menjelaskan perbedaan antara gender dan jenis kelamin. 
perlu diperhatikan bila Gender dan Jenis Kelamin TIDAK SAMA. 
Yang dimaksud dengan Gender , menurut WHO pada tahun 2012, adalah seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki -laki dan perempuan ditentukan atau dikontruksikan  secara sosial oleh masyarakat. Sedangkan Jenis Kelamin adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara biologis, bukan dibentuk oleh masyarakat.

Jadi Gender dan Jenis Kelamin tidak sama,
sebagai anak sosial, aku merasa sangat kecewa ketika salah satu radio swasta Indonesia yang cukup populer menyamakan antara gender dan jenis kelamin. ;'(

Back to topic!
Secara garis besar Hallyu Wave atau gelombang budaya korea mengukuhkan gender perempuan sebagai sosok yang feminin, cantik, manja, dan lemah lembut.
Namun memberikan citra lain pada gender laki-laki.
Dahulu laki-laki diharuskan menjadi sosok yang maskulin dan kuat, sedangkan dengan adanya pengaruh  Hallyu Wave maka dapat diterima bila laki-laki sedikit cantik, berdandan, dan fashionable.

Menurut si penulis, Realisa D Masardi,
pengaruh Hallyu Wave ini memberikan alternatif karena telah memberikan refrensi lain bagi para generasi muda. Lalu pada artikel ini, sang penulis juga mengajak agar para generasi muda bersika kritis dan bukan hanya menerima hal yang telah dibentuk oleh masyarakat.

Bagi saya sendiri,
saya setuju dengan pendapat Realisa D Masardi,
saya baru menyadari bila korea memang memberikan referensi lain terhadap gender laki-laki.
walaupun belum semua orang bisa menerima gender baru para laki-laki ini.
Namun dapat dikatakan bila saat ini kita lebih bisa menerima para laki-laki yang peduli penampilan dan tidak menyebut mereka 'banci'.




One of article in Mymagz Magazine, written by Realisa D Masardi,  
talked about The Influence of Hallyu Wave Against Gender. 
Hallyu Wave give alternative for man gender. Where man don't have always  be masculine or look strong. Through Hallyu Wave, we see that man can look a bit beautiful, wearing  make up, and fashionable. 
In this article, the writer asks young generation to be more critical, not always accept all the stereotype that given by society. 

and for myself! 
I totally agree with the writer. 
In Indonesia, right now, men are more fashionable and take care their look, 
and some of us, not all the people, accept that. 


Jumat, 20 Juni 2014 
@ rumah Wortel  III 







Kamis, 19 Juni 2014

Kureum Bbang - Roti Awan - Cloud Bread


Hi�, 
Waktu sangat cepat berlalu�, 
Hari ini sudah Hari Jumat dan kemudian weekend� 
apakah teman-teman ada rencana khusus pada weekend besok? 

seperti yang sudah aku ceritakan pada post yang lalu kalau aku sedang asyik belajar bahasa korea dan kemarin malam aku mengetest kemampuan Bahasa Korea aku dengan membaca buku anak yang berjudul 'Kureum Bbang ' yang artinya adalah 'Roti Awan'. 



I'm learning Korean Now 
and Yesterday I tested My Korean ability 
by reading korean Children Book 'Kureum Bbang'. 
Which is in English means 'Cloud Bread'  



Suatu pagi, 
ketika aku membuka mata 
aku melihat hujan turun melalui jendela 

One Morning, 
when I open my eyes 
i see rain is falling through the window 


Sebagai seorang 'Pluviophile'. 
melihat gambar dan membaca kalimat prolog pada buku anak ini aku sangatlah senang.
Hati langsung merasa senang dan tentram. 
Gambar dan kalimat itu begitu menenangkan. 


I'm a Pluviophile
I love rain and raining day a lot 
so when i see those pictures 
and read that simple sentences 
my heart feel warm. 



Ceritanya sangat sederhana. 
Bila di pikir-pikir lagi, 
gambar pada buku anak ini sedikit menyeramkan. 
Namun anehnya, aku sangat menyukainya.
Gambarnya terlihat sedikit unik dan imut.  



The story was really simple. 
As you can see, 
those pictures look a bit weird and scary.
But I like them. A lot. 
For me, 
they look unique and artistic. 



Dan membaca dari membaca buku ini, 
aku sadar kalau kemampuan koreaku masih perlu ditingkatkan lagi. 
Ehehe� 

Then, 
I realize that i have to improve my ability. 




 Jumat,  20 Juni   2014 
@Rumah Wortel III 


Rabu, 11 Juni 2014

MEMBUAT KIMBAB �


Hi�, 
aku membuat post kedua di blog hari ini� 
seperti yang sudah aku ceritakan pada post sebelumnya� (hi-apa-kabar-teman-teman-semua
kalau aku sedang asik belajar bahasa korea di Pusat Kebudayaan Korea di daerah SCBD, 
pada hari Selasa kemarin guru atau yang disebut juga dengan seongsaenim  
mengajarkan kami untuk membuat 'kimbab'. 

Bagi teman-teman yang penggemar atau pernah menonton drama atau film korea, pasti sudah tidak asing dengan makanan bernama kimbab ini. 

Nah! pada kesempatan kali ini, aku juga akan memberi resep yang diajarkan oleh seongsaenim pada kami. 

Bahan-bahan yang dibutuhkan: 



Bahan untuk nasi: 
1. Nasi yang dimasak dengan mencampur sedikit ketan; 
2. Rumput laut lembaran besar; 
3. garam; 
4. minyak wijen. 
campuran nasi dan ketan diaduk dengan garam dan minyak wijen secukupnya hingga nasi terasa sedikit asin dan wangi. Aduk hingga rata. 

Bahan untuk isi: 
1. Bayam. 
   Yang sebelumnya sudah di rebus, dicampurkan garam dan gula, juga sedikit minyak wijen, aduk   hingga rata; 
2. wortel
     yang sebelumnya telah diiris dan direbus; 
3. telur 
     yang sebelumnya telah di dadar dan dipotong-potong; 
4. lobak kuning
     yang dipotong-potong. 
5. crab stick 
     yang direbus dan dipotong-potong; 
6. Daging Ham atau sosis. 
    ditumis atau direbus lalu dipotong-potong. 

PS: untuk crab stick, ham, atau sosis bisa diganti dengan bahan lainnya. 
 di korea sendiri aku pernah makan kimbab yang isinya adalah daging tuna dicampur dengan daun kemi. 

      

Cara membuatnya adalah : 
1. Taruh lembaran rumput laut diatas talenan, taruh nasi diatasnya dan tekan hingga rata; 
2.  kemudian diatas nasi itu taruh semua isi yang telah kita siapkan, jumlahnya sesuaikan dengan selera; 
3. lalu gulung rumput lautnya; (bisa juga gunakan alat roll-an untuk membuat sushi roll )
4. setelah roll, berikan sedikit nasi pada ujung rumput laut sebagai lem. 



begitulah resep yang seongsaenim berikan kepada kami�. 
Dan�, 
terima kasih kepada soengsaenim�, 
makan siangku pada hari Selasa kemarin adalah kimbab yang sangat lezat� 
nyam� 



kimbab party bersama dengan teman-teman les 
 peace !!! 



resep yang diberikan oleh seongsaenim sangat mudah bukan? 
silakan mencoba� 

xoxo 
Karizza Rakmavika, 
@rumah wortel III 




Selasa, 10 Juni 2014

HI! APA KABAR TEMAN TEMAN SEMUA?


Hi teman-teman semua! 
Apa kabar semuanya? 

Aku sendiri baik-baik saja � 
Saat ini aku sedang menikmati libur pergantian semester ganjil ke genap. 
Total liburannya adalah tiga bulan, tapi aku memutuskan untuk menikmati liburan hanya satu bulan saja dan dua bulan sisanya akan aku gunakan untuk belajar praktek kenotariatan, yaitu dengan magang di kantor notaris. 

Kalau teman-teman sendiri bagaimana? 
Apa yang sedang kalian lakukan akhir-akhir ini? 

Dan karena sedang liburan, 
mungkin aku akan rajin mem-post kesibukanku beberapa hari yang lalu dan rencana- rencana kedepan
ehehe� 

Lalu bagaimana dengan kabar novelku?

Novel yang pernah aku post di instagram beberapa waktu yang lalu, 
telah di baca oleh editor Gagasmedia. 
dan hasilnya adalah aku disuruh untuk memperdalam konflik, karakter, dan lainnya. 
Pokoknya aku wajib untuk belajar menulis lagi. 
Alasannya adalah novel kedua harus menunjukan perkembangan lebih dari novel pertama. 
Editor Gagas, Kak Iwied, memberikan aku beberapa buku yang wajib aku baca untuk  perbaikan  novel kedua. 
Buku-buku dan wajib itu adalah : 
1. Refrain; 
2. Remember When; 
3. Montase; 
4. Ketika Cinta; 
5. dan yang terakhirnya adalah Taktik Menulis Draft Pertamamu, yang pernah aku jadikan bahan give away. 

Kak Iwied bilang sama aku, 
kalau sekarang ini yang dibutuhkan adalah belajar. 
Bakat menulis enggak cukup untuk menghasilkan karya yang bermutu, karya yang mampu untuk bersaing. 
So�, intinya saat ini aku sedang dalam tahap belajar menulis yang bermutu. 

Jadi teman-teman mohon sabar menunggu Karizza Rakmavika yang sudah 1.5 tahun tidak menghasilkan karya lagi ya. 
Mohon terus mendukung aku ya� 
ehehehe�

Lalu selanjutnya 
aku ingin berbagi tentang kesibukan lain aku selain kuliah dan menulis, yaitu 

Belajar Bahasa Korea 




Aku rasa sudah merupakan rahasia umum kalau aku sangat menyukai Korea Selatan, bukan hanya karena drama dan K-pop nya, tapi juga budaya dan bahasanya. 
Les aku yang kali ini bukan pertama untuk aku. 
Aku sudah pernah belajar sendiri, kemudian les di Pusat Budaya di UI Depok, namun rehat 1 tahun karena disuruh oleh papa untuk belajar Mandarin yang menurutnya lebih penting. 
Tapi akhirnya inilah yang terjadi, aku kembali menekuni bahasa korea di Equity Tower SCBD. 

Aku rasa inilah yang disebut dengan passion
Sebegitu cintanya aku dengan budaya korea ini, hingga semua kesulitan seperti 
perjalanan yang memakan waktu selama 2 jam, kemacetan kota jakarta, 
menerjang panas matahari dan hujan, 
tapi aku semua itu enggak jadi masalah untukku. 


  
Seperti derasnya hujan kemarin siang sewaktu aku menunggu bus, seharusnya aku tidak mau lagi meneruskan les ini. Tapi entah kenapa, aku tidak pernah berpikir untuk berhenti. 
mungkin inilah yang disebut dengan passion, 
hal yang sangat kita senangi dan membuat kita tidak berpikir untuk berhenti melakukannya. 
bila dilihat dari post di Instagramku, maka sudah hampir 2 bulan lebih aku bolak balik tangerang jakarta. 

Hal yang paling aku senangi dari Pusat Kebudayaan Korea Selatan di Jakarta ini adalah perpustakaannya. 


di perpustakaan ini kita dapat meminjam CD lagu, DVD film dan drama, juga buku-buku korea. Dimataku, perpustakaan ini adalah candyland. Tempat yang sangat menyenangkan� 
sangat amat menyenangkan. 

Sneak peak another part of KCC Indonesia, 



Buat yang tertarik untuk datang, bermain, dan bahkan les � 
bisa di klik disini: 

sekian untuk hari ini, 
xoxo 
Karizza Rakmavika 
@ rumah wortel III 




The start of something new

Well hello there.

I'm Erin and this is my blog. 

(Ok I've seriously spent the last ten minutes trying to write why I'm creating this blog and I feel like everything is falling short of just what I am trying to say.  Also my husband is eating spicy Szechuan green beans across from me and his mouth noises are making me INSANE, therefore it is very difficult to focus on the task at hand.)

Anyway, with this blog I hope to share with you all the beautiful, hilarious, bizarre things that make up my life.  It's also my intention to create an online archive on which to reflect when my baby becomes a toddler and then a big kid and I wonder where the time went.  I hope you enjoy these snippets I share as much as I enjoy writing them.

So.  Where to begin?  Today is Tuesday.  The NBA finals are on, my dog is chewing a bone by my feet and my baby is SLEEPING IN HER CRIB (you might not know this yet, but this is a huge, huge, HUGE milestone).  My husband (henceforth known as Eric) and I finished a late "dinner" consisting of the aforementioned spicy green beans, a piece of toast (him), Dorito crumbs (me), and our signature beverage, Bacardi and Diet Coke (we call them rumadums. Don't ask).  Except we only had enough rum for one dum (ok two but the beans were really, really spicy. Don't judge.) so Eric gallantly drank Captain Morgan instead. When you are 30 and you have a baby and you're kind of broke, this is a symbol of love and sacrifice.  Thanks Eric.  I love you.

Do you ever step back from your life and wonder, "how the heck did I get here?"  For example, tonight: why am I half watching the NBA playoffs, and why do I half care who wins, and why has my living room been taken over by baby toys (wait, how am I even old enough to have my own living room...?)  and does anyone else have odd conversations with their husbands about their twitter feeds and wait, WHY is the Heat losing? They're even playing at home.  Wait, WHY do I care??

Seriously, how did I get here?

Do you ever feel that way?

I know we all have beautiful, unique lives...but sometimes, especially in our social media culture, other people's lives tend to look pretty perfect. That's a sham, man. And I also know that as we journey on our life-path, things can get lonely, or change unexpectedly in an instant. So with this social media blog, it's also my hope to be just real enough that you know you're not the only one who might be lonely or sad or really frickin' crazy right now because you can't find that left shoe even though you swear it was in your closet yesterday.  So look for the bizarre and beautiful in your own life. Laugh when things delight and surprise you. Laugh harder when things don't go as you planned. You're definitely not alone.
My life constantly surprises and bemuses me, but I'm understanding that maybe this is normal.

Maybe this is normal.