Hai..., teman-teman...
ehehe..., sebenarnya aku agak takut nih nge-post tentang Loyalitas pada Penerbit ini,
soalnya masih ada hutang post untuk untuk pertemuan Sekolah Menulis by Jakarta School pertemuan ke 3.
hhmm...,
tapi menurut aku pribadi ini juga gak kalah penting lho,
malah lebih penting...
karena seorang penulis itu masa depannya bergantung dari attitude penulis juga- Kata Kak Rani.
(kayak yang Tyra Banks nasehatin ke model-modelnya di Amerika Next Top Model gitu deh )
Aku mau share tentang Loyalitas pada Penerbit ini,
baik dari pengalaman pribadi aku dan juga dari post-post pihak-pihak yang sudah berpengalaman..
entah kenapa sejak aku ngalamin sendiri,
rasanya topik ini jadi selalu mengusik telinga.
Tiba-tiba booming gitu...,
Kalau pengalaman aku sendiri yang terkait dengan Loyalitas pada penerbit ini,
bukan karena aku mau jadi anak durhaka atau jadi kacang-lupa-pada-kulitnya sama pihak Gagasmedia.
jadi aku sama sekali enggak ada niat untuk ganti penerbit,
tapi ada penulis dari penerbit lain yang ngajak aku untuk duet bersama meraka...
So, karena gagasmedialah yang sudah membuat aku bisa melihat tulisan aku di rak buku dan memberikan beasiswa, jadi aku nanya ke Kak Rani dan Kak Christ...,
dan berakhirlah... dengan sedikit drama di perasaan ini..
*merasa bersalah gitu..., merasa enggak tahu diri...*
email dari kak christ atas pertanyaan aku...
zsa-zsa dear, aku sudah bicarain ini sama Rani..., mungkin dia yang bisa jelasin kamu lebih lanjut tentang ini...Rasa bersalah itu muncul,
dan masuklah sms dari mentor aku sejak SMA itu...
dari balas membalas inti dari sms-sms itu adalah :
menyarankan aku untuk tidak pindah, karena gagas yang sudah menerbitkan karya aku yang pertama dan juga sudah menyekolahkan aku. tapi mereka enggak melarang bagaimana pilihan aku, apa tetap mau menulis dengan penerbit lainatau enggak, tapi dari sikap kita, penerbit akan melihat kesetiaan kita terhadap penebit dan seperti itulah penerbit akan memperlakukan kita.Dari situ aku memutuskan untuk tidak duet, walaupun konsep yang mereka kasih itu besar banget dan mungkin aku bakal menyesal, tapi kesuksesan memang butuh proses dan waktu bukan?
sukses instan itu enggak bagus bukan?
untuk sukses yang lama, aku mutusin untuk setia dengan gagasmedia dan menyerap ilmunya bagaikan spons.
ehehehe..
akhirnya aku email ke kak Christ,
minta maaf dan menjelaskan keadaannya.
pada balasannya email itu, Kak Christ juga kasih aku masukan yang logis
dan perlu dipertimbangkan oleh temen-temen calon penulis kalau mau pindah-pindah penerbit...
Dari hal yang remeh, saat nanti kita promo buku oleh penerbit lain, kita enggak bisa sebut judul-judul novel yang sudah aku tulis tapi diterbitin oleh penerbit lama..
karena bakal jadi inappropriate, kesannya promosi buku untuk penerbit lain... dan itu sayang banget kan?
alasan lain yang serius adalah hubungan kita dengan penerbit lama -penerbit baru,penerbit lama akan lihat kita sebagai penulis bukan lagi prioritas untuk diterbitkan tulisannya karena sudah ada rekan penerbit lain bukan?dan dengan 'berselingkuh' ke penerbit lain, kita juga akan kurang dilibatkan dalam proyek-proyek internal penerbit.jadi kata kak christ, dari pada gonta ganti penerbit lebih baik ganti aja sekalian..
BUT NO! aku enggak akan ganti...mau setia sama gagasmedia sampe mati.. Ehehe..
Kemudian kemarin juga ada tulisan dari Kak Christ di Fan Page-nya,
yang kasih point-point yang bisa jadi pertimbangan untuk pindah penerbit...
dan dibagi- bagi jadi YES or No...
aku rangkum aja yaa...
YES! pindah penerbit kalau:
1. Kontrak dan administrasi dari penerbit itu tidak jelas...;
2. Penerbit baru menawarkan hal-hal yang memang lebih kamu butuhkan;
3. Genre di penerbit baru memang lebih 'kamu';
4. Kalau kamu bisa membedakan cara menulis kamu di penerbit lama dan penerbit baru.
NO!
1. karena tergoda dengan royalti dan uang muka;
2. karena hanya penasaran dan ingin membandingkan;
alasannya adalah karena kamu akan kehilangan priviledge di penerbit lama kamu dan kemungkinan juga enggak bisa kembali ke penerbit lama kamu...
kemarin juga ada yang nanya sama Kak Windy via Tweeter,
gimana kalau penulis pindah penerbit,
jawabannya singkat,jelas, dan padat :
penulis itu manusia yang merdeka. Sebagai penerbit tidak mau membeli kesetiaan penulis, hanya bisa memastikan penulis itu bekerja dengan penerbit yang baik. kerjasama antara penulis dan penerbit itu adalah investasi kepercayaan dan penerbit akan lebih berjuang untuk mereka yang setia..intinya sama bukan...,
so attitude berupa kesetiaan itu penting...,
bukan sama kekasih hati aja, ke penerbit jugaa...
sekian yaa...,
balik edit skripsi lagi nich...
semuanya semangat!
best regard,
Karizza Rakmavika
0 komentar:
Posting Komentar