Hi sobat! Back again..., this is zsa zsa... and I'm here because i want to share my experience in my writing class by Jakarta School day 2..
Di kelas ke dua ini, suasana kelas mulai mencair, mungkin karena para penulis sudah mulai mengenai satu sama lain, jadi suasana tidak canggung lagi... ehehehe... hope we'll be being closer again next week. Dan di hari kedua ini, entah kenapa... topik bahasannya agak random walaupun tetep berisi...
- Pentingnya Deskripsi pada Novel atau cerpen
Menurut Pak A.S. Laksana, salah satu hal yang membuat para pembaca hanyut dan tenggelam dalam cerita adalah pendeskripsian suasana dan keadaan dalam cerita itu. Oleh karena itu, sebagai penulis kita harus mampun menbuat deskripsi yang baik dan caranya adalah dengan menjelaskan sesuatu dengan kelima indera kita, bukan hanya satu indera.- Pentingnya Kalimat Pertama Pada Cerita
Kemudian dalam diskusi juga dibahas mengenai pentingnya kalimat pertama dalam cerita kita, baik novel maupun cerpen. Karena dari kalimat pertama inilah pembaca memutuskan untuk melanjutkan membaca atau enggan membacanya. Oleh karena itu, sebagai penulis yang baik, kita harus benar-benar memikirkan apa kalimat awal yang hendak kita pakai untuk mulai bercerita. - TIPS! untuk Mendapatkan Ide Cerita
Seperti yang sudah dibahas pada perjumpaan pertama, kalau kemampuan menulis itu perlu diasah setiap harinya dan menurut pengalamannya, Pak A.S. Laksana menyatakan bahwa ketika kita produktif menulis maka biasanya muncul- muncul ide baru. Jadi bila kita ingin dapat menulis dengan lancar maka kita harus produktif untuk menulis, minimal sediakan 1 jam sehari untuk benar-benar konsen menulis. bila tidak ada ide yang digunakan untuk menulis, ada beberapa tips yang diberikan oleh Pak A.S. Laksana agar kita mendapatkan ide: 1. pikirkan berbagai adegan yang ingin kita masukan dalam cerita kita dahulu barulah rangkai plotnya;2. buat kerangka ide dimana dari satu hal berkembang hal-hal lain yang berhubungan dengannya, begitu seterusnya. 3. mulai mengkhayal dengan kata tanya, "what if..." atau "bagaimana jika..."4. kemudian yang terakhir adalah adaptasi cerita-cerita lain dengan versi kita, versi yang baru dari diri kita akan cerita tersebut. Membuat outline untuk suatu cerita sebenarnya merupakan hal yang penting karena membantu kita tidak melenceng dari pola dan tujuan awal dari cerita kita. Namun outline itu, sesungguhnya bukan penjara bagi penulis, karena walaupun sudah memiliki outline tapi kita sebagai penulis masih boleh mengembangkan ide-ide yang ada pada outline tersebut ataupun menambah tokoh-tokoh baru. Dalam membuat cerita maka karakter pada cerita itu harus kuat dan harus benar-benar kita kenali, karena tanpa ada penokohan karakter yang kuat maka tokoh itu hanya akan menjadi bahan media bagi pengarang yang sedang curhat atau karakter tersebut tidak memiliki jati diri. kemudian pada setiap tokoh, karena memiliki sisi positif ataupun negatif, tujuannya adalah agar karakter berdinamika dan mendapatkan simpatik dari para pembaca.
see...,
a bit random namun berisi bukan yang dibahas pada kelas menulis di hari kedua ini...
itu aja sharing saya di hari kedua sekolah menulis by Jakarta School...
see you again next week...
best regard,
Karizza Rakmavika
0 komentar:
Posting Komentar