Jumat, 15 Februari 2013

Goodreads

Halo temans, 
Karizza Rakmavika back again ... 
Di post kali ini akan berbagi tentang pengalaman tentang baca review di Goodreads

Pertama-tama aku mau buat pengakuan ke teman-teman sekalian, 
jujur aku bukan pencinta baca novel, ehehe... 
aku suka baca tapi bukan novel... 
aku suka baca tentang kebudayaan, buku buku motivasi, pokoknya buku buku non-fiction. 
entahlah, mungkin karena aku merasa baca buku yaa, harus nambah ilmu. 
tapi biarpun begitu, aku suka nulis. 
aneh bin ajaib ya? 
tapi ya, beginilah adanya... apa daya.. 


Jadi... ya mungkin karena itu tulisan aku monoton, kurang deskriptif, dan kaku... (bahkan dulu guru Creative Writing aku saranin aku nulis artikel ajau bukan novel romance)
dan karena itu juga aku enggak tau ada forum yang namanya Goodreads, forum dimana pembaca memberikan review tentang novel atau buku-buku lainnya. 
Sampe suatu hari ada salah satu pembaca Secret Admirer kirim aku link tentang review dia tentang Secret Admirer yang juga lumayan menyakitkan.. eh! salah! sangat menyakitkan. 
menurut dia, novel tulisan aku itu seharusnya dimasukan ke kloset aja,
akhirnya tweetnya aku respon dengan sopan dan sedikit menyindir.. ehehe.. 

terus akhirnya berapa hari yang lalu aku memberanikan diri untuk buka dan baca review tentang Secret Admirer di Goodreads.
Yang reviewnya lumayan... hhmm... menyakitkan. 
Ceritanya enggak masuk diakal dan kenapa gagasmedia mau nerbitin buku seperti ini?
buku seperti ini harusnya dimasukan ke kloset aja
masa depan indonesia hancur kalau ada mahasiswa yang bikin nulis seperti ini.
Dan masih banyak lagi... ahaha.. 

Dari situ,  aku tahu kenapa banyak aktris dan aktor korea yang bunuh diri karena menerima komentar-komentar negatif dari para netizen, 
karena itu memang menyakitkan, sangat bikin down, merasa enggak berharga, dan enggak di terima di dunia bidang mereka bergerak. Jadi kalau jumlahnya banyak ya... akhirnya depresi dan memilih untuk bunuh diri. 

Kalau  aku pikir, sepertinya dunia nulis dan dunia akting itu sama. 
Dimana kita menggantungkan pekerjaan kita itu di tanggapan orang lain. 
Apakah karya tulis kita atau akting kita disukai sama orang lain? 
dan pendapat-pendapat itu sangat berharga buat kami karena panjang pendeknya eksistensi kami benar-benar bergantung sama tanggapan orang. 
mungkin itu yang membuat aku dan para celeb yang lain down saat baca negatif komentar.  

Setelah baca review tentang Secret Admirer jujur aku jadi takut banget buat nulis lagi, tiba-tiba aku merasa kalau aku enggak punya kemampuan dan  enggak layak untuk nulis cerita lagi.
Tapi kakak aku bilang, 
Ya..., memang mau berharap tanggapan kayak apa dari seorang Karizza Rakmavika yang jarang baca novel? Ya wajar kalau tanggapannya gitu. Memangnya mau gimana lagi?

So..., hari itu aku bener-bener pengen berusaha untuk memperbaiki kemampuan nulis aku... 
sekarang aku bakal lebih banyak baca novel yang genre-nya sejenis sama novel aku.. 
dan enggak hanya membaca, tapi lebih dari itu. Belajar. 

Jadi akhirnya aku putuskan kalau Goodreads, walaupun menyakitkan, enggak akan aku anggap sebagai hantu yang mengerikan, 
tapi aku anggap sebagai 'sesuatu' yang mendorong aku untuk bisa lebih baik lagi, 
sebagai 'sesuatu' yang mengontrol aku supaya enggak besar kepala, supaya tetap rendah hati, dan mau belajar. 

Dan karena itu, tolong support aku ya.. 

terus baca tulisan-tulisan aku selanjutnya, 
terus lihat perbaikan dan perkembangan aku teman-teman semuanya... 

karena saat ini, aku sedang belajar untuk jadi lebih baik lagi... 
Saat ini aku sama seperti teman-teman yang sedang menulis cerita lainnya.. 
kita sama-sama belajar. 
kita harus semangat!

ehehe... 

kalo dipembatas buku Gagasmedia, 
read is cool dan writing is hot... 
maka kita sekarang cool dan hot...
kayak dispenser.. ehehe..

Udah ah curhatnya...
ehehe...

again, best regard... 

Karizza Rakmavika 


0 komentar:

Posting Komentar