***
NAMAMU. �Pasaran sekali!� kata salah satu temanku mendengarnya.
�Banyak banget yang muncul!� komentarku saat mencari namamu di SNS dan membuatmu sedikit kesal karena itu. Well�, maaf tapi itulah kenyataannya.
NAMAKU. Hanya akan muncul satu sosok ketika kamu mencarinya di SNS. Nama yang sulit untuk dieja, hingga selalu aku singkat saat ditanya �Atas nama siapa?� Bila tidak melihat wujudku, banyak orang yang menyangka bila diriku berasal dari India, Uzbekistan, atau Kazakhstan.
KAMPUSMU. Adalah sebuah universitas swasta yang setiap tahunnya dengan senang hati menerima ribuan murid. Sebuah kampus yang membuat dosen pusing memeriksa ujian mereka hingga pada akhirnya membentuk sebuah kelompok untuk tugas kelulusan dan sidang akhir. Luar biasa, bukan? Aku terkejut saat mendengarnya.
Sebuah universitas yang kata teman-temanku dan juga kamu (jadi bukan pendapatku lho ya!), nilainya gampang banget!
KAMPUSKU. Termasuk dalam tiga besar kampus negeri terbaik di Indonesia. Sebuah kampus negeri yang biaya kuliahnya menyaingi kampus swasta. Kata salah satu temanku, kampus kami adalah kampus perjuangan. Membutuhkan perjuangan untuk masuk. Membutuhkan perjuangan untuk bertahan. Juga perjuangan untuk keluar. Horor, bukan? Akan tetapi biarpun begitu, orang-orang tetap rela bersusah payah bersaing dengan jutaan siswa/siswi di seluruh penjuru negeri Indonesia untuk mendapatkan pendidikannya. Mungkin hal itulah yang membuat kami bangga bila menggunakan jaket berwarna Partai Golkar itu.
BIDANGMU. Kamu menekuni bidang yang menggunakan kode bilateral. 1.0.1.0.
Bidang yang berkembang dengan sangat cepat. Bidang yang menurutku sangat rumit dan memusingkan. Bidang yang sangat aku tidak mengerti. Haaa�.
BIDANGKU. Bidangku membuatku harus bergerak dalam keterbatasan yang diciptakan oleh peraturan dan perundang-undangan yang terus diperbaharui oleh pemerintah dengan harapan dipatuhi oleh semua penduduknya. Bidang yang menurutmu�, well�, aku tidak tahu apa pendapatmu tentang bidangku. Tetapi ucapanmu yang selalu mengatakan, �Pekerjaanmu kan gitu-gitu saja,� selalu membuatku ingin menjambak rambut berantakan milikmu itu.
Kamu.
Aku.
Sangat berbeda.
Bagaimana kita bisa bertemu?
***
0 komentar:
Posting Komentar