Apa Kabar Karizza Rakmavika?
Belakangan ini,
pertanyaan itu semakin sering dilontarkan oleh saya sendiri dan editor Agromedia Grup.
Karizza Rakmavika yang disebut-sebut diatas,
bukan merujuk pada Karizza Rakmavika, seorang mahasiswa S2 yang sedang menulis tesis dan menikmati minggu-minggu terakhirnya sebagai mahasiswa. Melainkan merujuk pada seorang penulis dari Gagasmedia yang sudah beberapa tahun tidak menerbitkan karya lagi.
Lalu pertanyaan berganti,
kenapa tidak ada karya yang terbit lagi dalam beberapa tahun belakangan ini?
Jawabannya adalah
bukan karena saya, Karizza Rakmavika, tidak malas menerbitkan karya.
tapi karena saya terus belajar menulis fiksi yang baik dan benar,
mengingat Gagasmedia selalu menekankan apabila novel kedua haruslah berbeda dengan novel pertama. Atau maksud tersuratnya adalah Novel kedua haruslah jauh lebih baik daripada novel pertama.
Namun sayangnya, kemampuan menulis fiksi saya tidak berkembang dengan baik.
Tidak berkembang dengan cukup pesat. Hingga akhirnya saya jadi frustasi sendiri.
Hingga pada suatu malam, Adik saya bertanya 'Kenapa enggak nulis non-fiksi saja? Toh selama ini elu juga bacanya non-fiksi ?
Sesungguhnya kata-katanya pada malam itu, bukanlah pertama kalinya dia lontarkan.
Dan hal itu, membuat saya bertanya-tanya.
'Benarkah saya harus rubah genre? Benarkah saya mencoba untuk menulis non-fiksi?'
Hingga akhirnya,
beberapa bulan yang lalu Kak Gita, yang sekarang ini menjadi Editor Pandamedia, men-Twit saya untuk menanyakan kesibukan saya akhir-akhir ini? Kenapa jarang muncul di kantor Gagasmedia?
menerima Twit tersebut, jantung saya berdegup kencang. Panik!
Lalu beberapa minggu lalu,
Guru ekstrakuliler Creative Writing di Santa Ursula, Kak Rani, Editor Transmedia
men-Chat saya via aplikasi BBM.
Kak Rani:
Telinga lu gak panaskan Zsa?
Lagi jadi trending topic lu disini *emoticon ketawa sambil mukul lantai*
Saya :
Kenapa? Yang lagi panas itu otak karena lagi belajar hukum waris
Kenapa sih Kak? Penasaran.
Kak Rani:
Hahahaha�
Tadi pas gw ke ruangan Gagas mereka lagi asyik ngomongin lu *melewek*
Saya :
Hah? Aku? Kenapaa ? *Panik*
Kak Rani :
Ya Kagak nulis nulis
Hahaha�
Percakapan singkat itu benar-benar membuat saya panik.
setelah menjadi obyek candaan Kak Rani disana-sini.
Akhirnya kita temu janji.
Kak Rani dan Aku
di Starbuck PIM 2.
Lebih dari sekedar guru menulis dan editor
bagi aku, Kak Rani sudah seperti sahabat dan life mentor
Love Her So Much <3
Jreng Jreng�
Akhirnya Kak Rani bersedia mendengar keluh kesah aku selama berjam-jam di PIM 2
Dan bersedian menjadi mentor aku belajar menulis non fiksi.
Jadi
Akhirnya
Karizza Rakmavika sedang belajar untuk menulis non- fiksi.
Namun hal itu,bukan berarti berhenti total dari dunia menulis fiksi.
Sekarang, selain belajar menulis Non-fiksi.
Aku sedang kembali mengerjakan novel fiksi Teenlit Romance
bersama dengan Adeliany Azfar yang sangat sabar menghadapi keleletan saya dalam menulis.
Stay Tune! Buat Novel in yaa�

0 komentar:
Posting Komentar