Sabtu, 19 Juli 2014

BERDEBAR DEBAR


Sabtu, 19 Juli 2014
@Rumah Wortel III.


Sebelum memulai menuliskan post hari ini� 
Selamat kepada Angelia Caroline!!! 

adik kecilku di Santa Ursula BSD, 
yang juga merupakan penulis 'tears in heaven'
calon dokter!!! 

Proud of you � 




Sekali lagi� 
selamat ya Angel! 
Next about me� 




Revisian aku akhirnya selesai!
Revisian ini bukan berasal dari penerbit, melainkan dari diri aku sendiri. 
Aku melakukan revisi besar terhadap ide lamaku. 

Lalu aku melihat account instagram-ku 
Dari foto yang pernah aku post mengenai revisian ini, ternyata lama aku melakukan  proses revisi ini adalah sekitar ini 14 minggu. 
Bahkah sebetulnya lebih, karena masih lekat dalam ingatanku bila aku mengambil foto ini ditengah-tengah proses revisi, bukan saat memulai proses revisi itu.

Lalu bagaimana perasaan aku saat ini? 
Seharusnya aku merasa gembira karena bisa  segera melakukan proses penulisan ulang dari tulisanku.
Dulu aku pikir juga akan seperti itu. 

Dulu, aku pikir bila proses revisi ini selesai maka aku akan merasa sangat amat gembira lantaran bisa segera menulis ulang semua hal yang ada dalam pikiranku.

karena tidak bisa dipungkiri bila selama proses revisi itu aku sangat ingin segera menulis ulang semuanya. 
Ingin menulis segalanya sesegera mungkin.
Ingin segera menyelesaikan semuanya.
Ingin segera menyerahkan ke penerbit.
Ingin segera mendapatkan komentar.
Dan bila beruntung, ingin melihat tulisanku kembali bertengger ditoko buku.

Namun nyatanya perasaan aku tidak seperti itu sekarang ini. 
Perasaan senang itu sama sekali tidak ada di dada. 
Hal  yang ada adalah perasaan gugup dan takut.

Saat ini aku merasa sangat gugup dan takut untuk memulai proses penulisan ini.
Mungkin karena pernah mengalami penolakan ide lebih dari satu kali, aku mulai kehilangan kepercayaan diri. 

Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
Mungkikan terbitnya Secret Admirer dulu adalah keberuntungan belaka? 
Apakah aku mampu melakukan proses penulisan yang panjang ini?
Apakah revisi yang telah aku lakukan pada novel ini menjadikannya lebih baik?
Apakah bila aku telah menyelesaikan proses penulisan yang panjang ini pihak penerbit mau menerimanya?
Apakah kemampuanku cukup?
Apakah aku layak menjadi penulis?
pertanyaan-pertanyaan itu terus menerus muncul secara bergantian.

Tapi kemudian aku berpikir lagi. 
Bila aku tidak melakukannya maka aku tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari semua pertanyaan itu. 
bila nyatanya aku revisian aku ini tidak membuat ceritanya lebih baik dan mengalami penolakan lagi dari pihak penerbit, 
apakah aku ingin berhenti menulis? 

jawabannya adalah tidak! 
jadi karena itu�, aku memutuskan untuk terus menulis. 
Ini sudah setengah jalan dan aku tidak akan berhenti. 
berjuang! karizza Rakmavika! 

0 komentar:

Posting Komentar