Selasa, 4 Agustus 2015
aku menerima email dari Korean Culture Center, Jakarta
berupa undangan untuk acara K-pop Talk dan Movie Screening
bersama dengan Prof Stephen Epstein dari Victoria University of Wellington.
Melihat tema acaranya dan pembicaranya,
tanpa berpikir panjang, aku segera mendaftarkan diriku
untuk sesi K-pop Talk dan Movie Screening.
-
Tuesday, 4th August 2015
Suddenly I received email from Korean Culture Center, Jakarta
about invitation for K-pop Talk and Movie Screening
by Prof. Stephen Epstein from Victoria University of Wellington.
Look at the topic also the speaker,
i immediately book sit for both of session.
-
Bagi yang tidak tahu tentang Prof. Stephen Epstein,
berikut aku berikan sedikit informasi mengenai beliau.
Prof. Stephen adalah salah satu staff sekaligus pengajar
di Victoria University of Wellington. Pada perjalanan kariernya,
Prof Stephen Epstein mendalami bidang
budaya kuno mediterania dan kontemporer Korea.
Namun akhir-akhir ini, Prof. Stephen lebih fokus ke budaya Korea.
Hal tersebut terlihat dari topik-topik yang ditelitinya akhir-akhir ini.
Untuk profil lengkap dari Prof. Stephen Epstein
bisa kamu lihat disini.
Jadi beliau orang yang sangat tepat sebagai pembicaran tentang
K-pop bukan ?
-
For every one who still don't know about
Prof. Stephen Epstein,
you can find information about him, here
So�,
what do you think?
he is the right person to talk about K-POP right?
-
![]() |
| Aku bersama dengan Prof. Stephen Epstein / Me with Prof. Stephen Epstein Dia orang yang sangat ramah/ He is very down to earth Karena perbincangan saat K-pop Talk bersifat narasi, untuk memudah pemahaman teman-teman akan aku buat menjadi point-point : 1. Gelombang Hallyu atau Hallyu wave dari K-Pop adalah Hallyu 2.0. Dimana Hallyu Wave yang pertama itu beredar melalui drama atau K-drama. Berbeda dengan Hallyu 1.0, Hallyu 2.0 beredar melalui sosial media dan teknologi seperti youtube, website, dan lainnya . 2. Fenomena mengenai K-pop telah dimulai pada awal tahun 2010, namun semakin menanjak di tahun 2012, yaitu sejak fenomena lagu Gangnam Style oleh Psy. Oleh karena itu semakin banyak diadakan penelitian mengenai K-pop sejak tahun 2012 dan pada akhirnya membuat banyak buku mengenai K-pop bermunculan di tahun 2014. 3. Ada beragam alasan yang membuat K-pop menjadi sangat menarik. Alasan pertama adalah karena K-pop adalah hal yang tidak terkenal, lalu menjadi pusat perhatian mendunia secara mendadak. Selain itutindakan dari para K-pop fans sangat menyukai Kpop dan saling berkomunikasi. Tak jarang mereka bersama-sama melakukan hal yang sangat menarik perhatian. seperti membuat flashmob, video cover dance di youtube, dan lainnya. alasan lainnya adalah keberhasilan lagu Gangnam style oleh Psy. 4. Hal-hal tersebut diatas membuat masyarakat dunia, berpikir bila popularitas benar-benar mendunia. Namun data fakta yang tersaji dari statistik youtube dan mesin pencari Google. tidaklah demikian. Dimana statistik jumlah penonton video K-pop di Youtube masih kalah jauh dengan jumlah penonton video penyanyi mendunia lainnya, seperti One Direction, Taylor Swiff, dan laiinya. Yang mana bila Kpop benar-benar mendunia, seharusnya jumlah penontonnya bersaing. Kemudian, apabila dilihat dari statistik mesin pencari Google, jumlah orang yang mencari K-pop mengalami kenaikan drastis pada tahun 2012 (tahun keluarnya lagu Gangnam Style oleh Psy) dan terus mengalami penurunan pada tahun-tahun berikutnya. berdasarkan data-data tersebut. Prof. Stephen Epstein berharap agar para penggemar K-pop tidak berharap apabila kepopuleran dari K-pop akan benar-benar mendunia. 5. Lalu apa yang menyebabkan masyarakat dunia berpikir bahwa popularitas K-pop benar-benar mengglobal. Sesungguhnya, pemilikiran tersebut disebabkan oleh permainan media. Yang mana media, terutama Korea Selatan, selalu memberikan kesan apabila popularitas K-pop mendunia. Contohnya adalah artikel yang menyatakan bila boy band/ girl band berhasil mengadakan konser yang sukses di Negara X dan lainnya. atau tiket konser penyanyi ini terjual habis dalam 5 menit. Faktor lainnya adalah para fans K-pop selalu membawa nama-nama negara mereka. Seperti contohnya K-pop fans argentina atau K-pop fans Arab. hal itu membuat orang-orang berpikir bila K-pop benar-benar mendunia. padahal apabila dilihat dari jumlahnya, jumlah penggemar di negara itu tidaklah banyak. 6. Berdasarkan jumlah statistik mesin pencari Google dan Youtube terlihat bahwa K-Pop menuai popularitas di negara muslim dan asia tenggara. Kemungkinan hal ini dikarenakan oleh negara-negara tersebut lebih cocok pada budaya K-pop daripada barat. 7. Bila dilihat dari jenis kelamin, pencinta K-pop adalah perempuan dengan range umur remaja hingga dewasa muda (usia 20an) 8. untuk menjadi seorang K-pop fans dibutuhkan : a. uang : untuk membeli merchandise, album, kostum untuk cover dance dkk; b. akses : karena Hallyu 2.0 terkenal melalui techonologi informasi; c. telah mengalami hal yang serupa, seperti misalnya dulu adalah penggemar manga, penggemar J-pop, penggemar anime, dan lainnya. inilah salah satu penyebab mengapa Kpop mudah di terima di Jepang. 9. Biarpun popularitas Kpop mengalami penurunan, tapi Prof. Stephen Epstein percaya bahwa popularitas dari budaya korea akan semakin meluas. 10. Kpop memang memberikan banyak efek positif pada Korea Selatan, namun juga memberikan efek negatif, salah satunya adalah pandangan akan perempuan yang menarik adalah perempuan yang bertubuh kurus. Hal itu membuat banyak perempuan di Korea Selatan berdiet ketat dan kurang gizi, tak jarang juga untuk para prianya. Saat ini index berat badan perempuan Korea Selatan adalah yang paling ringan. - Because Kpop talk so long and narrative, so decide to summarize it : 1. Hallyu wave comes from K-pop is Hallyu 2.0. The first Hallyu wave came from Korean Drama or K-Drama. Hallyu wave 2.0 became popular through social media dan technology platform such as youtube, website, etc. 2. The phenomenon of K-pop started from early 2010 and reached a peak in 2012, thanks to Gangnam Style by Psy. After that, people started to do a lot of research about K-pop. That why a lot of book than about K-pop came up in 2014. 3. There are a lot of reason why K-pop really interesting. a. Because K-pop suddenly become so popular; b. Bounding of Kpop fans so strong and they often do something that really draw attention like flashmob, dance cover, or song cover in youtube; c. again. popularity of Gangnam Style by Psy. 4. A lot of people think that Kpop really that big. that famous. that global. But statistic fact from Youtube and google expose that Kpop NOT that big. NOT That Famous. NOT that Global. the viewer of Kpop video not as many as viewer who watch world singer like one direction, taylor swift, etc. and then, statistic from google show that a lot of people search about Kpop in 2012 (year where Gangnam Style publish) but keep decreasing after that. So, Prof. Stephen Epstein want all the K-pop fans know that Kpop not that famous. 5. Then what makes people think that kpop really really famous? a. Media expose, especially media in South Korea which always said that Kpop really famous in other country. For example that Boy band/ girl band make a successful concert in X or the ticket concert of X boy band/ girl band sold out in 5 minutes b. Kpop fans always bring national identity like Kpop Fans Argentina, Kpop fans arab. that title make people think that Kpop really world widely famous. 6. Statistics from google and youtube show that Kpop really famous in muslims dominant countries and also south east asia. Maybe because these countries can accept Korean Culture better that western culture 7. Majority of Kpop fans are women. range of ages start from teen to late teens (20s) 8. To become Kpop Fans you need : a. money : like for buy merchandise, costume, etc; b. access : because hallyu 2.0 famous through social media from technology c. similar experience : ever be fans of anime, Jpop, manga , etc 9. Even though the popularity of Kpop decrease, but Prof. Stephen Epstein believe that popularity of Korean Culture will increase. 10. Kpop brings a lot of positive thing to South Korea, but there is some negative effect too. One of them is perspective of beauty. Skinner is prettier. This perspective makes korean girl diet to hard and malnutrition. This is happen to some of korean man too - Lalu bagaimana dengan movie screening? karena jadwalnya agak malam, aku memutuskan untuk tidak menontonya. sekian informasi mengenai Kpop dari aku. apabila ingin berkomunikasi, jangan ragu untuk mencari aku via : email : karizza.rakmavika@gmail.com instagram : @zsa_rakmavika twitter : @rakmavika_girl - so� what about movie screening? well�, because it's start pretty noon I decided to not join that session. So that all what i want to share about kpop. don't hesitate to chat me via : email : karizza.rakmavika@gmail.com instagram : @zsa_rakmavika twitter : @rakmavika_girl - xoxo Karizza Rakmavika |


0 komentar:
Posting Komentar