Kamis, 21 Agustus 2014

Can we stop having fun now?


Alright, summer.  Uncle.
When I decided to start this blog, I thought I would post a few little snippets each week.  That's  proving to be nearly impossible.  Between tending to my baby, my house, and my high maintenance dog, there's little time left.  And what's left gets spent on fun summer stuff.

Lately though, the fun summer stuff is taking up the biggest piece of the time-pie.  And it's SO FUN.  But as we near the end of August, the "dog days" of summer, (it's 60 degrees as I write this. wtf.) I feel kind of like a drug addict;  thinking, planning, crafting my next summer adventure. It can't be almost over! We just started!  I only got one pedicure!  The people only got to see one shade of red on my toes for the whole summer!

Do you do this too?  Cram as much fun as humanly possible into twelve weeks? By the end I'm so full of fun it's hard to even see straight.




Apparently, we had fun.

My summer has been full of more fun than usual, though.  It started with wedding preparations, then the wedding itself.



Then there was the post wedding gift-opening barbeque/father of the groom's birthday party at my parent's house.  Bean bags, beer, every single relative we had just seen the previous day, I mean, why not?  Those parents of mine, they really like to make a lot of work for themselves.  I'm starting to see where I get it.



Two days after the wedding we went to our yearly family reunion and spent a week doing things like this:


And even though I'm a mom now, my family still continues to torture me by doing things like this:

has there ever been a more awkward person?
the answer is no.



And sometimes we do things like this.  Because we can.

lawyer. photographer. baby daddy. keg stand master.
And when we get sick of the lake and the beer, we head to the pond for some fishing and tattoos. 

You think we're kidding about these tats?  Wait til next year. We'll all be 18.  Someone might even be 31. (Also, has it ever dawned on any of you Schuettes that 1106 is basically just 611 backward? These are the deep thoughts I think at 5 am.)

I mean, LOOK at the fun we are having.  I could post endless numbers of photos just like these, but I'm not sure who wants to be shown in their bathing suits.  I sure don't, but I'll do anything for a few more page views.

See?
See?






















Summer has been much more than just weddings and cottage week; nightly bbq's, days lounging by the pool (honestly who can "lounge" with a 9 month old near an open expanse of water), stopping for custard, bike rides, farmers' markets, day trips.  Must. Do. More. Fun. Stuff.


He grilled an entire goat.  I didn't eat it.





Happy 90th Gma.  Not even kidding.















A wise man once told me, "August is the Sunday of summer." Like September 1st rolls around and the fun card is punched and it's back to school, back to fricken work. I've got 12 days left.  12 DAYS LEFT.  I'm telling you, I'm a junkie.  Must. have. fun.

For example, tomorrow you might find me at my grandparent's pool on a stand up paddleboard, holding an ice cream cone in one hand and a special summer microbrew in the other, while a very patient and steady-handed nail tech paints my toenails. Then I'll return home to roast a s'more over a roaring campfire, wearing Grace in a baby bjorn, strumming my guitar and singing campfire songs while watching the Perseids. After, we'll have a family sleepover under the stars, wake up bright eyed and bushy tailed the next morning, bike to our garden to harvest some fresh tomatoes, eggplants, carrots and whip up a fresh batch of salsa and maybe some pasta sauce and how about a nice peach cobbler?  WE HAVEN'T MADE ANY PEACH COBBLER THIS SUMMER! 

You feel it, don't you.  You get it.  And here's the thing, I decided to do about twenty eight projects around my house yesterday so I NEVER GOT TO FINISH THIS POST AND  it's now August 20th, so I'm down to ELEVEN DAYS. 

Guess what.  Still couldn't get it done yesterday. TEN DAYS. %#$@!!

Gotta go.

Jumat, 15 Agustus 2014

Makanan Pertamaku di Seoul : Seolleontang


Pagi hari ketika kami sampai di Guest House kami� 
Kami bertemu dengan dua anak cowok Korea yang lahir dan besar di Amerika. 
Aku lupa nama mereka, kalau tidak salah namanya adalah Erik dan Brian. 
Sikap mereka cukup ramah,  bersahabat, dan punya selera humor yang baik. 

Setelah sedikit basa-basi, 
akhirnya mereka mengatakan kalau mereka belum sarapan dan mengajak kami untuk ikut pergi makan bersama mereka bila kami juga belum makan. 
Jujurnya saat itu badanku sedikit lelah, namun Nona ingin segera berkeliling Hongdae. 
Alhasilnya kami pergi keluar bersama dengan 2 cowok Korea-Amerika itu dan juga pemilik Guest House -yang sangat-sangat tampan- 

Si pemilik Guest House bertanya padaku apakah aku tahu film drama yang dibintangi oleh Lee Seung Gi dan Han Hyo Joo, judulnya Brilliant Legacy atau  Shining Inheritance. Aku mengatakan kalau aku tahu tentang drama itu, itu drama yang ada hubungannya dengan Seolleontang. Agak senang karena aku mengetahui tentang drama itu, berbeda dengan dua teman-temanku, si Pemilik Guest House mengatakan kita akan makan di restoran yang menjadi tempat syuting dari drama tersebut. 
Whuaaa! Aku sungguh senang! 
ehehehe

Lalu apa sih Seolleontang itu sendiri? 
Mungkin bagi teman-teman yang menyukai drama Brilliant Legacy atau Shining Inheritance sudah tidak asing dengan Sup Korea yang menyehatkan ini, Seolleontang, tapi tentu ada teman-teman yang tidak tahu tentang sup ini.

Seollentang adalah makanan daerah kota Seoul, yaitu sup yang terbuat dari tulang sapi, terutama tulang kaki, daging, atau bagian lainnya yang direbus dalah jangka waktu yang lama dengan api kecil. Karena itulah, makanan ini sangat sehat karena banyak mengandung kalsium dan protein yang tinggi. Harganya yang tidak terlalu mahal menyebabkan makanan ini sangat populer bagi masyarakat Seoul, terutama pada musim dingin.

Rebusan yang lama itu membuat kandungan dari bahan rebusan, terutama tulangnya, keluar dan menyebabkan sup menjadi warna putih seperti susu. Di restoran Shinning Inheritance, dan sepertinya semua restoran lainnya, sup ini disajikan apa adanya dan kita sebagai pelanggan dapat membumbui sendiri sup ini sesuai dengan selera kita dengan garam, lada, cincangan bawah putih, dan daun bawang.






Jumat, 08 Agustus 2014

Tteokbokki Pertamaku di Korea Selatan.


Setelah mengitari area Hongdae di pagi hari, kami kembali ke Guest House untuk beristirahat dan dijelaskan tempat-tempat yang sebaiknya kami kunjungi selama di Hongdae. 

Sore hari saat energi kami telah terkumpul, kami kembali keluar dari Guest House untuk berjalan-jalan dan mencari makan malam. 
Ketika berjalan-jalan ada yang menarik perhatian kami bertiga  (Aku dan dua temanku, Sasi dan Nona) dan pastinya semua penggemar budaya Korea Selatan, yaitu Tteokbokki. 

Jadi tanpa perlu bla bli blu, 
kami segera berlari ke arah gerobak ajjuma dan memakannya setelah kami menfoto-foto tteokbokki pertama kami di Korea Selatan. 





Foto-Foto yang kami ambil untuk mengenang dan pamer di SNS 
kalau kami sudah mengecap Tteokbokki pertama kami 
di Korea Selatan.


Untuk teman-teman yang kurang tahu apa itu tteokbokki, sini aku jelaskan�. Hehehe�.

Gambar makanan merah nan menggiurkan di samping adalah Tteokbokki, yaitu kue yang terbuat dari beras dan di tumis bersama dengan saus cabe  merah, yang disebut gochujang.   
Merupakan salah satu makan ringan yang paling populer di Korea Selatan, terutama untuk para pekerja dan pelajar yang sibuk dan mencari sesuatu untuk mengisi perut mereka. 

PS: 
Bila penjualnya tahu kita bukan orang Korea Selatan, mereka pasti akan mengingatkan kita agar hati-hati karena rasanya pedas. Namun sebenarnya, saus cabe merah itu bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengan cabe di Indonesia. 
Waktu musim panas tahun 2013, 1 porsi harganya 2.500 Won. 


Lalu � ,seperti yang teman-teman lihat.  
Di Korea Selatan, tteokbokki tidak di jual sendiri, seperti yang dijual pada restoran-restoran makanan Korea Selatan yang ada di Indonesia, melainkan memiliki makanan-makanan pelengkap lainnya. 
Dan pada kesempatan ini, akan aku jelaskan kepada teman-teman apa saja sih makanan pendamping dari tteokbokki di Korea Selatan itu� 

1. Twigim.


Twigim adalah makanan ringan yang bisa di makan sendiri atau di campurkan dengan tteokbokki
Bisa di bilang kalau ini adalah 'gorengannya' Korea Selatan, yaitu sesuatu yang dilumuri oleh adonan tepung dan di goreng dengan minyak panas (deep fried).  
Twigim sendiri memiliki banyak ragam, yaitu: 
* Gimmari : yaitu kimbab- nasi gulung dengan rumput laut; 
* Ojingeo  :  Cumi; 
* Gyeran   : Telur, yaitu telur rebus;  
* Gochu    :  Cabai Hijau;  
* Mandu    :  Pangsit; 
* Goguma : Ubi manis. 
Harganya sama dengan Tteokbokki, yaitu sekitar 2500 won untuk lima macam gorengan, sehingga kita bisa mencampurnya. 

2. Sundae

PERHATIAN !!! ini adalah makanan NON HALAL. 
Jadi buat teman-teman yang MUSLIM JANGAN MAKAN. 

Sundae adalah semacam sosis darah babi, namun isinya bukanlah daging melainkan darah babi yang dicampurkan dengan ketan lalu di kukus. 
seperti yang kamu lihat di gambar, sundae ini disajikan dengan garam yang bisa kamu cocol. 
Saat musim panas 2013, harganya adalah 3000won 
dan dapat di campur dengan bagian babi lainnya, seperti daging, usus kecil, hati, atau lainnya yang bisa kamu minta ada yang lebih sedikit atau banyak. 



3.  Odeng & Gug Mul . 
Odeng dalam bahasa inggris dikenal dengan sebutan 'fish cake', sedangkan menurut aku pribadi ini adalah bakso ikan goreng yang dipipihkan lalu di rebus.  
Rasanya sangat enak! Dan diantara yang lain, harga Ondeng paling murah, pada musim panas 2013, harganya adalah 500 won per tangkai. 
PS: 
Kalau ingin membelinya tidak perlu memesan tapi kita bisa langsung ambil dan si penjual akan menghitung jumlah tangkai yang sudah kita habiskan. 

Sedangkan yang dimaksud dengan gugmul adalah kuah kaldu. 
Jadi sambil menikmati snack kita, seperti tteokbokki, twigim, ataupun odeng, kita bisa menghirup kaldu hangat yang sangat kaya rasa ini. Biasanya si penjual akan menyajikannya dalam gelas kertas kecil. 
Lalu berapa harganya? harganya adalah GRATIS dan kamu bisa menambah sepuasnya. 
sangat menyenangkan bukan? bayangkan saja bisa kamu menyantap odeng hangat dengan kaldu hangat ini di musim dingin! pasti sangat nikmat


Teman perjalanan musim panasku, Nona dan Sasi, terutama Nona sangat menyukai OdengSekali datang ke kedai tteokbokki mereka bisa menyantap tiga sampai lima batang odeng.Nona bahkan pernah memakan lebih dari lima dan membuat ajjuma- bibi penjualnya terkejut dan akhirnya memberikan 3 tusuk odeng secara gratis. Sungguh luar biasa! 

Karena kita sedang membahas mengenai Hongdae, 
ada salah satu kedai Tteokbokki yang terkenal akan kelezatannya di Hongdae. 
Mungkin kalian bisa mampir ke sana saat berjalan jalan di Seoul, Hongdae, yaitu Hongdae Jophok tteokbokki  yang artinya adalah Hongdae Gangster Tteokbokki

8 Agustus 2014
@rumah wortel III
xoxo
Karizza Rakmavika <3

Jumat, 01 Agustus 2014

Jalan-jalan di Hongdae (Part 1)


Hi! Hi!
Bersambung dari post kemarin yang berjudul 'Apa yang Kamu Lakukan Tahun Lalu ? '
(bisa di lihat di sini :  apa-yang-sedang-kamu-lakukan-satu-tahun ).
Aku akan bercerita tentang perjalanan aku di Korea Selatan pada musim panas tahun lalu.
Karena untuk lima hari pertama aku tinggal di area Hongdae maka tempat pertama yang akan aku bahas adalah Hongdae!

Kalau tidak kenal maka tidak saya bukan?
Jadinya untuk post pertama ini, aku akan cerita seperti apa sih karakter dari Hongdae itu.

Hongdae adalah bagian dari Kota Seoul.
Sedikit informasi untuk teman-teman, setiap area di Kota Seoul memiliki karakteristik tersendiri dan khusus Hongdae, area ini terkenal dengan karakteristiknya yang kreatif, berjiwa muda, dan penuh kebebasan, sehingga pada akhirnya memberikan keunikan pada area ini.
Keunikan inilah yang membuat para dewasa muda yang kurang lebih berusia dua puluhan banyak berkumpul pada area ini, terutama pada akhir pekan.

Awalnya area Hongdae adalah area kecil yang mengitari Universitas Hongik (yaitu salah satu universitas di Kota Seoul yang terkenal untuk bidang seninya) dan juga teather San Wol Lim. Namun seiring dengan perjalanan waktu, area Hongdae berkembang semakin meluas dengan saling berhubungnya daerah sekitar Universita Hongik, Hapjeong, dan stasiun Sangsu. Peluasan area Hongdae ini juga menyebabkan area Hongdae semakin ramai, dimana para mahasiswa dari daerah Sincho dan para pekerja dari daerah Mapo juga berkumpul di area Hongdae untuk melepas kestresaan mereka.

Hongdae yang penuh dengan atmosfer kreativitas ini penuh dengan cafe-cafe dengan tema unik, butik-butik dari para designer muda Korea Selatan, club, tempat-tempat artistik, dan masih banyak keseruan lainnya yang akan aku bahas pada post berikutnya.

untuk post kali ini�,
akan aku berikan foto-foto koleksi pribadiku untuk memberikan kalian gambaran lingkungan Hongdae (minus butik dan kafe-kafenya ya� )

Jalan di depan Universitas Hongik






ketiga foto di atas adalah foto dari jalan besar di area Hongdae
bila kamu berjalan di area ini 
maka kamu akan melihat ada beberapa toko-toko 
yang menjual makanan yang unik 


ini adalah salah satu jalan  di Area Hondae 
yang sepanjang jalan berisikan toko-toko yang 
menjajakan pakaian, aksesoris, casing handphone. 
Bila kamu mengikuti jalan ini, kamu akan sampai di Kafe kucing- cat cafe 
dan juga Hello Kitty cafe. 

PS: Bila ada suka salah satu baju di sini, 
sebaiknya kamu cek dahulu harga baju yang satu design di 
Myeongdong, 
karena terkadang lebih murah di Myeongdong. 


Dan yang terakhir�
adalah aku yang belum mandi dan belum beristirahat 
sejak penerbangan malam hari dari Indonesia. 


Semoga kalian  menikmati post-an aku kali ini, 
post-an berikutnya aku membahas tentang  jajanan pinggir jalan yang sangat terkenal itu, 
kue beras! 

1 Agustus 2014, Jumat 
@Rumah Wortel III 

feel free  untuk menghubungiku via email : karizza.rakmavika@gmail.com 
xoxo