Jumat, 08 Maret 2013

About Being Otentik


Hai Semua, 
Lagi lagi Karizza Rakmavika hadir disini... 
Ahaha..., 
Akhir-akhir ini memang tangan gatel terus pengen menari tap dance di key board laptop. 

terus...,
Ukuran huruf di blog ini janji akan seperti ini terus... lebih besar maksudnya, 
karena ada yang bilang ke aku... kak, kenapa tulisannya kecil buanget... ehehehe... 

terus lagi...,
Sesuai sama judul blog ini 'The Girl's Thought'
aku mau sharing pendapat aku tentang Being Otentik Terkait dengan workshop menulis bersama dengan Plot Point kemarin. 

Kata Otentik itu sendiri punya arti sebagai (1) dapat dipercaya; (2) asli atau tulen; (3) sah. 
Dari pengertian-pengertian itu, kali ini arti otentik yang kita pakai adalah yang kedua, yaitu yang asli atau tulen. 

Pada workshop yang lalu, Kak Gina sharing kalau cerita yang bagus itu adalah cerita yang otentik. Dimana cerita yang kita buat itu adalah cerita yang sesuai sama visi kita, cerita yang sesuai dengan apa yang kita miliki saat ini. Karena itu semua spesial. 
jadi singkat katanya agar cerita kita itu bagus cerita itu harus asli dan tulen dari milik kita
Enggak ikut-ikutan dengan cerita-cerita orang lain. 
Dalam workshop kemarin, Kak Gina cerita kalau sangat disayangkan saat ini anak daerah selalu mencoba jadi jakarta dan melupakan hal-hal unik yang mereka miliki di daerahnya masing-masing. Dan hal ini sangat disayangkan. 

Sharing pengalamanku sendiri..., 
sekitar bulan lalu aku sempet main ke kandang gagas buat konsultasi plot novel baru *teasing* *beli yaa...*
Di kandang gagas itu aku diskusi sama Kak Mita Michan Supardi, editor aku yang juga seorang penulis. 
Aku bilang sama dia, aku bukan tipe anak-anak gaul gimana dong kak? Aku lebih ke tipe anak yang enjoy di rumah, suka beli stationary imut, juga malu kalo denger, ngomongin, dan ngeliat hal-hal yang agak dewasa dan nyeleneh... karen menurut aku itu vulgar
Dan mungkin karena itu juga..., walaupun umur sudah berkepala dua *nangis karena enggak mau terima kenyataan* aku masih belum bisa tuh nulis anak-anak kuliahan masih sma aja... 

But..., guess apa saran Kak Mita ke aku... 
sama seperti yang dikatakan Kak Gina... 
saran dia adalah ya..., enggak ada yang salah dengan itu. Malah mungkin itu adalah salah satu kekuatan nulis kamu. Nulis mengenai remaja. Memangnya kenapa kalau nulis tentang remaja? 
Terus Kak Mita menyarankan beberapa buku bacaan remaja yang mungkin bisa aku pelajari cara nulisnya biar tulisan aku lebih mengalir. *tapi belum sempet dibaca, kan skripsi..., ehehehe*

Dan memang begitu seharusnya. Di kelas menulispun diajarkan untuk menulis sesuatu yang kamu kenal dan ketahui benar. That's being otentik. 
Tapi bukan berarti kita enggak nambah wawasan kita dan selalu berada di zona nyaman kita lho... 
Ya seiring dengan menulis mengenai apa yang kita tahu dan kenal, kita juga harus nambah-nambah pengalaman dan pengetahuan kita. Karena tanpa hal itu, kita enggak bakal bisa berkembang. 
kalo diistilahin ya kita bakal 'jadi katak dalam tempurung'. 

Sekian dulu yang cuap cuap aku di pagi hari ini, 
mau siap-siap ke Kelas Menulis.

Serpong, 9 Maret 2013. 
Best Regard, 
Karizza Rakmavika.





0 komentar:

Posting Komentar