Aku dan Menulis
Dulu kalau orang-orang nanya mengenai hobi,
aku selalu jawab kalau hobi aku masak dan membuat kerajinan tangan.
kalau ditanya sukanya apa,
aku selalu jawab aku tertarik ke budaya asia timur, terutama Korea Selatan, dan fashion.
aku enggak pernah menjawab kalau aku hobi menulis dan tertarik di bidang menulis.
Aneh..., aku enggak pernah sadar kalau aku hobi dan tertarik ke bidang menulis,
padahal disetiap ada waktu senggang aku selalu ketik-ketik novel.
Kadang aku berpikir kalau menulis itu
mungkin sudah takdir aku.. #ceilehpangkallebay.
Pemikiran itu berawal dari...
saat aku berumur satu tahun.
Entah budaya darimana, entah jawa atau Cina, tapi itu tradisi keluarga dan selalu dilakukan,
kalau pas anak berumur satu tahun, kita disuruh merangkak dan mengambil barang-barang yang dijejerkan dihadapan kita dan saat itu, yang aku ambil adalah pensil.
katanya sih, kalau anak yang ngambil pensil nantiny akan suka menulis.
kalau melihat kebelakang,mungkin itu benar.
dari SD sampai SMP aku senang menulis puisi dan cerita pendek.
cerita-cerita itu nantinya akan dibaca oleh my little sistar, nana,
dan aku akan senang banget waktu dia nanya, ada cerita lain gak ce? atau lanjutannya mana?
Tapi kesempatan aku untuk menulis itu, mulai berkurang waktu menginjak kursi SMA.
aku masuk ke SMA Santa Ursula dan sibuk belajar serta organisasi.
Walaupun begitu, di SMA Santa Ursula justru ilmu menulis dan wawasan aku bertambah.
SMA Santa Ursula adalah sekolah yang sangat memperhatikan sisi kognitif muridnya dan karena itu, dia menyediakan berbagai kegiatan ekstrakuliler yang mewadahi semua minat siswanya,
dari fashion sampai pencak silat. Salah satu minat menulis, dimana minat untuk menulis itu diwadahkan melalui kegiatan ekskul CREATIVE WRITING.
Di Creative Writing itu aku bertemu dengan Kak Rani, salah satu editor dari transmedia, yang masih satu group dengan Gagasmedia.
Kak Rani adalah orang yang selalu menyemangati aku dalam dunia menulis, dulu dan sampai sekarang.
Dulu aku selalu merasa kalau aku enggak punya bakat dan pengetahuan aku dangkal.
Aku enggak tahu sastra dan sebagainya, yang aku tahu cuma tentang masak, fashion, dan korea.
Tapi Kak Rani selalu bilang bahwa gak ada pengetahuan yang dangkal dan terus menyemangati aku untuk nulis. Menurut dia, semua orang bisa menulis baik kalau mau , karena menulis itu bukan bakat tapi kemampuan yang bisa dipelajarin. Sama seperti kegiatan lainnya, semakin banyak dilatih maka kemampuan nulis kita akan semakin baik.
Berawal dari nasihat itulah aku terus berlatih menulis. Hingga akhirnya, terbitlah Secret Admirer...
ehehe...
Jadi..., teman-teman yang suka menulis dan ingin menjadi penulis.
Jangan menyerah ya, terus menulis karena itu merupakan latihan agar kemampuan kita semakin baik lagi.
kemudian,
terakhir aku mau bilang makasih sekali lagi untuk Santa Ursula yang sudah mengadakan Creative Writing dan mempertemukan aku dengan Kak Rani.
0 komentar:
Posting Komentar